"Apabila kita takut akan sesuatu, maka, rasa takut kita melebihi apa yang kita takutkan sesungguhnya..."
Tampilkan postingan dengan label quotes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label quotes. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Januari 2014

My Best of Haru

Haloo halooooo! Setelah sekian lama (setahun lebih) tidak mengurus blogku tercinta ini, kali ini aku comeback dengan sebuah posting untuk ikut merayakan ‘Haru 3rd Anniversary’!


Di tahun 2014 ini, Penerbit Haru mengadakan sebuah kompetisi yang berjudul 'My Best of Haru'. Jadi, para pembaca buku terbitannya yang sudah terinfeksi Haru Syndrome, diperbolehkan mengikuti kompetisi ini dengan sedikit meresensi dan mengomentari tiga buku yang menurut mereka (salah satunya aku!) paling favorit... Selain itu, dalam posting ini, aku juga ingin menceritakan bagaimana pertama kali berkenalan sampai jatuh cinta dengan Penerbit Haru... Soooooo, let’s check this out!

Pertama kali kenal Penerbit Haru, gara- gara baca So, I Married the Anti-fan karya Kim Eun Jeong punya teman. Waktu itu masih edisi lama, belum re-packaged seperti yang sekarang. Isi bukunya masih menggunakan kertas buram. Yang covernya masih seperti ini...


Tapi menurutku,  cover yang lebih nge-pop itu terasa lebih cocok daripada covernya yang baru :(
Maaf ya, aku memang tipe orang yang kritis dan judge a book by it’s cover, hehehe...

Daaaan, inilah list tiga novel teratas terbitan Penerbit Haru menurutku...
Yang pertama, ‘Cheeky Romance’ karya Kim Eun Jeong



Awalnya waktu ke toko buku, nggak punya niatan sedikit pun untuk membeli novel ini. Ada novel lain yang aku incar, tapi sayangnya tidak ada. Nah, kebetulan aku melihat novel ini. Langsung aku baca deh sinopsis di cover belakangnya. Karena disajikan dengan cara yang unik, aku jadi tertarik untuk membelinya. Apalagi setelah mengetahui bahwa penulisnya adalah Kim Eun Jeong, yang sudah membiusku dengan ‘So, I Married the Anti-fan’. Jadi... Nggak ragu lagi deh...
Dan setelah baca... It’s wonderfully awesome!!! Membaca ‘Cheeky Romance’ membuat kita seolah- olah sedang berada di dalamnya. Alurnya, konfliknya, bisa aku rasakan seperti halnya sedang menonton drama Korea. Apalagi adegan romantis antara Yoon Pyo dan Yoo Chae silih berganti dengan permasalahan yang mereka hadapi. Benar- benar serasa menonton drama Korea yang dalam satu episodenya bisa menaik turunkan feel.
Banyak pengetahuan baru yang aku dapat setelah membaca ‘Cheeky Romance’, seperti apa itu endometriosis, ichthyosis, permasalahan managerial di rumah sakit swasta, juga bagaimana proses pembuatan sebuah reality show. Tokoh lain yang ikut terlibat seperti Se Yeong dan Dae Joon juga menambah bumbu- bumbu humor dalam racikan novel ini. Tapi, kehadiran Oh Hye Rong yang diceritakan sebagai sosok yang antagonis, sangat menyebalkan. Hingga ada kalanya aku bisa tertawa, menjerit kesal, serta menangis terharu...
 Ada salah satu adegan di novel ini yang menjadi favoritku dan masih sangat membekas di ingatanku, ini kutipannya...

 Tiba- tiba, Yoon Pyo menarik tangan Yoo Chae. Yoo Chae yang tadinya tertawa geli langsung terdiam dan menatapnya. Tiba- tiba saja, Yoo Chae sudah berada di pelukan Yoon Pyo.
“Kapan terakhir kita ciuman?” Yoon Pyo berkata pelan.
“Apa?”
Yoo Chae yang pinggangnya dipegang oleh Yoon Pyo menarik lehernya mundur. Namun, tatapan mata Yoon Pyo seolah menelan jantung Yoo Chae sehingga badannya terasa kaku.
“Kalau ada yang bertanya seperti itu padamu, bilang ‘hari ini’.”
Setelah berkata seperti itu, Yoon Pyo menarik pinggang Yoo Chae dan mencium bibirnya.

Seketika itu juga saat membaca, aku tersenyum geli sambil berkata “Oooow...” :3
Membaca ‘Cheeky Romance’ membuat aku membayangkan bagaimana seaindainya memiliki suami yang sangat pengertian dan berprofesi sebagai dokter kandungan. Mungkin, kalau harus kontrol, tidak perlu jauh- jauh dan merasa risih... Hahahaha...
Aku sangat berharap novel ini segera diadaptasi menjadi drama!

Dan sejak saat itulah aku mulai mem-follow twitter Penerbit Haru juga menjadi penggemar buku terbitannya... :)

Yang kedua adalah ‘(Not) Alone in Other Land, Sebuah Kisah Perjalanan Bahasa’ karya Lia Indra Andriana, Fei, dan Andry Setiawan.



Begitu melihat promo novel non-fiksi ini di twitter, aku langsung tertarik. Tapi, meskipun menjadi salah satu wish-listku, aku baru membeli novel ini pada kali kedua aku menemukannya di toko buku.
Novel ini banyak memberiku pengetahuan baru mengenai Korea, China, dan Jepang. Baik dari kebudayaan, maupun hal unik lain yang menjadi ciri khas negera tersebut. Novel ini semakin memotivasiku yang kala itu sedang giat- giatnya belajar bahasa Mandarin. (pssst, hingga aku berani mengambil keputusan untuk memilih Sastra Cina UI di SNMPTN 2013. Tapi takdir berkata lain...)
‘(Not) Alone in Other Land’ termasuk salah satu buku non-fiksi yang unik. Apabila novel lainnya hanya menceritakan mengenai pengalaman berwisata, novel ini menceritakan bagaimana kehidupan ketiga penulisnya yang hidup, belajar bahasa, berkenalan dan bergaul dengan orang baru, bahkan bekerja di sana. Sehingga, secara tidak langsung, aku jadi memahami bagaimana kehidupan sesungguhnya di sana, bukan sekadar membayangkan saja. Juga ada beberapa persepsiku mengenai orang Asia Timur yang diluruskan oleh novel ini.
Novel ini berisi banyak kalimat motivasi dari ketiga penulisnya. Salah satu yang aku favoritkan adalah quotes dari kak Fei.

Yang namanya manusia memang harus terus berusaha menangguhkan dirinya karena pada akhirnya kita tidak akan bisa terus- terusan bergantung pada orang lain selain diri sendiri.

Yupp! That’s so true :)

Yang ketiga yaitu ‘Oppa and I : Love Missions’ karya Orizuka dan Lia Indra Andriana.



Sebenarnya aku telah mengenal kak Orizuka sejak baca novelnya yang berjudul ‘Fight For Love’. Aku bahkan lupa saat itu aku masih SD atau SMP (saat ini aku sudah kuliah). Lalu, ketertarikan membaca novel kak Orizuka akhirnya muncul lagi karena ada kegiatan Budaya Literasi saat SMA. Aku dan teman perempuan sekelasku suka bertukar koleksi novel kak Orizuka, kita memiliki ketertarikan yang sama dengan karyanya maupun hal- hal berbau Korea di dalamnya.
Aku membaca Oppa and I seri pertama pun dari hasil pinjaman dari seorang teman. Dari situlah, minatku mengikuti Oppa and I series mulai muncul, hingga aku membeli seri kedua dari Oppa and I ini.
Setelah membalik halaman pembatas chapter 1, kita disuguhi petikan lirik dari sebuah lagu yang berjudul ‘Snowy Wish’, yang dipopulerkan oleh girlband SNSD. Bisa ditebak, perjalanan novel ini dimulai oleh cerita dari Jae Kwon, si kakak dari kembar Jae yang diceritakan hafal tarian beberapa girlband di seri pertama.
Musim dingin yang melatar belakangi juga menambah kesan sendu saat membaca novel ini, terlebih banyak konflik serius tidak terduga mengenai keluarga Jae In dan Jae Kwon yang terungkap, bukan hanya sekadar kisah kembar Jae dengan teman- temannya.
Dalam novel ini, Jae In yang memiliki karakter introvert mencoba membuka hatinya dan percaya kepada keluarganya yang baru kembali utuh ini. Jae Kwon yang berhasil menjadi pengisi suara, dilanda patah hati karena pujaannya, Hye Rin, yang diceritakan sedang memulai debut drama, hingga mempengaruhi profesionalitasnya sebagai pengisi suara.
Namun, semua permasalahan dalam seri ini berakhir bahagia dengan berita kehamilan ibu kembar Jae. Sehingga, di novel selanjutnya (sebenarnya sudah terbit, namun aku belum membacanya), series ini akan diramaikan oleh kehadiran Jae Joong :D

Hingga saat ini, terhitung ada tujuh novel Penerbit Haru yang aku miliki. Bervariasinya genre yang dihadirkan oleh Penerbit Haru membuatku semakin ingin menambah koleksi. Dulu, aku sering malas membaca novel terjemahan bahasa asing karena sulit dipahami, namun setelah membaca novel terjemahan dari Penerbit Haru, bukannya kapok, aku justru semakin penasaran dan ingin membaca lagi dan lagi! Bahasa yang digunakan lebih mudah dipahami dan tidak menimbulkan ambigu. Selain itu, gaya bahasa yang tidak baku dan terkesan santai semakin membuatku cinta dengan buku terjemahan Penerbit Haru.

*sebenernya ada tujuh, yang satu lagi dipinjam teman

Tapi, ada sedikit ketidak nyamanan yang aku dapat ketika membaca novel terjemahan Penerbit Haru. Terkadang, dalam dialog panjang antar tokohnya, aku sulit membedakan mana yang diucapkan oleh si A atau B. Mohon lebih diperhatikan lagi ya para editor dan proof-reader. Mungkin dalam novel asli tidak ada penjelasan demikian, sehingga tidak diperkenankan mengubah isinya, ya? Atau mungkin aku saja yang terlalu lambat dalam memahami -___-“
Ke depannya, aku berharap Penerbit Haru bekerja sama dengan lebih banyak toko buku agar mudah dalam mendapatkan koleksinya. Selama ini, jika ingin membeli novel Penerbit Haru, aku harus ke toko buku yang tidak berdiskon seperti Gramedia dan Gunung Agung. Itupun tidak di semua Gramedia. Jadi...... Ya harus pikir- pikir lagi kalau ingin membeli lebih dari satu buku sekaligus... Hehehehe :D
Kadang ada sih di toko buku lain, tapi koleksinya tidak lengkap. Aku pernah kesusahan mencari ‘My Boyfriend Wedding Dress’ karya Kim Eun Jeong di toko buku yang mempunyai stok ‘Cheeky Romance’. Ya, aku kira petugasnya mengetahui. Tapi hasilnya nihil.
Akhirnya aku berhasil menemukannya di Gramedia sebuah mall (yang sayangnya saat ini sudah beralih fungsi) namun terpisah dengan koleksi Penerbit Haru lainnya, bahkan nyempil di novel terjemahan bahasa Inggris ._.


Jadi, semoga pengalaman tidak menyenangkanku tidak terulang kepada penggemar buku- buku Penerbit Haru lainnya yaaaa :D
Sukses untuk Penerbit Haru, semoga semakin produktif dan bertambah penggemarnya!
Daaaan, tidak lupa aku mengucapkan...

SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE- 3 PENERBIT HARU!!!

Best regards, dari aku, yang selalu menunggu koleksi terbarumu! ;)



Sabtu, 02 Juni 2012

Dear J


 Hai hai semuanyaaaa!
Berhubung Nadnov lagi getol belajar Mandarin, kali ini aku bikin satu puisi.
Semoga kalian suka yaaaaa. Mian kalo jelek >.<
Soalnya ini puisi dalam bahasa Mandarin pertama yang aku bikin.
Buat yang sudah baca, gamsahaeeeee :*


哥哥, 你好...
你知道吗?
你的笑容真迷人.

我想告诉你, 那个笑容是最帅的!

虽然我不知道你说什么,
我还觉得很高兴.
因为我会再见到你还有看着你的...

果上星期六是我们上次的见面,
我希望在我梦里, 我还会再见到你...
我希望你是记得我的名字...
我希望你会了解我现在的感受...

再见爱情,
我一定让自己坚定...

For someone that I admired to, recently...

Senin, 09 Januari 2012

Antara Kenyataan dan Kesamaan

"Terkadang,  kita gak sadar sama perasaan kita,
tapi sekeliling kitalah yang menyadarkan..."
- Soap Bubbles-

Mungkin itu jugalah yang dirasakan oleh Lana. Setelah putus dari Tody, pacarnya yang terpaut usia 5  tahun,  dia tidak menyadari kalau sebenarnya ada Affan yang bergelayut di pikirannya.
Tody- Lana- Affan memiliki kesamaan, yaitu sama- sama punya hobi main soap bubbles. Lalu, apakah kesamaan ini menemukan mereka pada suatu kenyataan? 
Bagaimana pula nasib Rafay, sahabat Lana yang diam- diam menyukainya sejak MOS? 
Dan akankah Lana menerima ke-misterius-an Affan yang suka tiba- tiba pergi backpacking?

Felasaufa mencoba menghadirkannya dalam suatu teenlit bercover pink ini. Terbitan Gramedia Pustaka Utama November 2011.

Penasaran? Silahkan beli di toko buku terdekat, jangan sampai kehabisan :)  

Kamis, 22 Desember 2011

Happy Mothers Day!

Mungkin, aku bukan seseorang yang romantis dan spontan dalam mengucapkan kata sayang.
Bahkan, untuk meminta maaf pun, aku mengalami kesusahan.
Tetapi, semoga semua itu tidak menjadi penghalang bagiku untuk membuktikan,
bahwa tidak ada yang menandingi kekuatan apapun di dunia ini
selain kasih sayang ibu pada anaknya........
 
Vira - Tante Yo

Bagas - Tante Vi
 
Me - My Mom :*

Mbak Vivin - Uti Mah

Putri - Izar - Tante Tri

Whatever they say, you'll always be the best mom in my life!
Never get tired to teach me everything in this world.
Even though I can't do anything to make you proud, mom :)

Kamis, 17 November 2011

3 Hari menuju Kedewasaan

Sebuah pelajaran berharga dapat aku ambil hari ini. Tentang bagaimana seharusnya kita bersikap untuk menghadapi masalah yang tiba- tiba ada di depanmu tanpa kau prediksikan sebelumnya. Tepat 3 hari sebelum peringatan hari kelahiranku, karena itulah aku memberi judul seperti itu.

Kedewasaan bukan hanya ditandai dengan kematangan sistem reproduksimu, atau alat kelamin sekundermu yang berkembang sempurna sehingga menjadi pusat perhatian dan memikat orang. Bukan pula mengenai rasa aneh yang mulai kau rasakan kepada lawan jenis.

Kedewasaan berarti kesiapan. Bagaimana dirimu telah siap menghadapi kehidupan dunia yang kejam. Bagaimana kau mampu menyelesaikan persoalanmu tanpa menimbulkan persoalan baru. Bagaimana dirimu bersikap menghadapi perbedaan yang hadir di sekitarmu.

Dan yang terutama, bagaimana kau dapat mengontrol semuanya (apalagi emosimu) saat kau berada di bawah tekanan, saat situasimu tidak diuntungkan sama sekali.

Kuncinya, bersabarlah, maka kau mampu bertahan meskipun terjangan ombak makin kuat menerpamu :)

Doaku hari ini, semoga aku bisa mewujudkan apa yang telah aku tuliskan. Bukan hanya omong kosong, atau angin lalu yang mengusik ketenangan :)

Sabtu, 08 Oktober 2011

Puas?

Tenang saja,
Aku bukan Oh Ha Ni yang rela
menunggu Baek Seung Jo mencintainya
selama 4 tahun.
Atau Nam, yang dengan setia
mengharapkan Shone
selama 12 tahun.

Ini bukan cinta mati!
Kau hanya mampu membiusku
sekejap waktu.

Kalau kau sangka
Aku akan terus mengemis perhatianmu,
Itu salah!
Silahkan saja kau tunduk
pada celotehan kekasihmu itu.

Aku? Jangan harap akan memperdulikanmu!
Siapa pula yang sudi menanti,
kalau aku bisa menemukan yang lebih baik darimu!

Sabtu, 01 Oktober 2011

Cantik, Bukan yang Utama




Mungkin anda bertanya- tanya, siapakah perempuan yang tercapture dalam foto di atas. Anda juga pasti tidak akan mengira bagaimana respon saya ketika mengetahui siapa sebenarnya perempuan berkulit hitam tersebut.

Siapa sangka, bahwa perempuan itu ialah Miss Universe 2011 Leila Lopes, yang berasal dari Angola.

Sebelum saya melihat bagaimana raut muka dari pemenang kontes ratu sejagat tahun ini, saya telah mendengar desas- desus dari pengguna twitter (yang kebanyakan teman sekolah saya) mengatakan bahwa Miss Universe tahun ini berasal dari ras kulit hitam!

Kaget? Pastinya!
Bahkan saya sempat mengetweet saat melihat foto tersebut pertama kali 
"Ternyata Miss Universe yang baru tidak lebih cantik dari saya."

Pada tahun- tahun sebelumnya, para wanita berkulit hitam (menurut berita yang saya dengar) acapkali mendapat diskriminasi pada saat masa karantina. Jangankan mereka, wanita- wanita Asia pun sering dipandang sebelah mata.

Lalu? Bagaimana Leila bisa membuktikan bahwa dirinyalah yang tercantik tahun ini?

Berdasar dari berbagai sumber yang saya baca, keunggulan dari Leila Lopes adalah kepercayaan dirinya.
Ia pernah menjawab saat ada pihak yang mewawancarainya, bahwa ia sangat percaya diri akan menjadi pemenang karena senyumnya yang menawan.

Senyum saja? Tentu tidak!
Di Indonesia saja, semua kontes kecantikan tingkat nasional selalu mneggembar- gemborkan Brain, Beauty, Behaviour. Jadi, ada benang merah dari ketiga kategori tersebut.

Menurut saya, apabila seorang wanita itu pandai, maka, ia akan mampu membuat dirinya cantik dan bertingkah laku baik di hadapan semua orang. Dan apabila ia dapat menata sikapnya, maka ia dapat terlihat berpendidikan dan cantik. Jadi, cobalah pikir, apakah cantik saja cukup untuk dijadikan alasan?

Bukankah cantik itu hanya nilai tambah yang dianugerahkan Tuhan agar kita menjaganya dan memeliharanya?
Dna ingatlah, itu hanya bonus semata! ;)

Kamis, 18 Agustus 2011

Jawaban Atas Pertanyaan Klise

"Cinta itu tidak membutuhkan alasan,
Karena saat alasan itu hilang,
Maka cinta itu akan ikut hilang bersamanya..."

*dikutip dari novel Separuh Bintang dengan sedikit pengubahan

Rabu, 03 Agustus 2011

Melted

"Even if my life were to change,
you're the one who I wouldn't want to leave"



-Personal Taste eps11-


*wonder when these words will be say to me and with whom exactly --a

Sabtu, 07 Mei 2011

Created by Me

"Meskipun dengan menahan rasa sakit karena kau terus menerus memujinya dan mencemoohku, aku rela. Asalkan aku memiliki 1 menit berharga dalam sehari untuk memuaskan diri dengan menatap wajahmu dan berada di dekatmu..."

Selasa, 22 Maret 2011

A Part of Teenlit



Ini kata- kata yang gak sengaja aku temuin di teenlit 'Separuh Bintang' karya Evline Kartika. Dengan penambahan background lebih tepatnya :p