Sebenarnya saya sudah bermaksud memposting ini sejak lama, tapi baru kesampaian sekarang.
Ini adalah hadiah yang saya dapatkan dari panitia ADHOC (semacam KPU di sekolah saya) karena pertanyaan saya dibacakan dalam diskusi terbuka calon Ketua OSIS- MPK beberapa waktu lalu.
Saya mendapatkannya dari salah satu panitia pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2011
(tepat 10 hari sebelum ulang tahun saya yang ke 16).
Benda- benda yang saya dapatkan tersebut membuat saya bingung. Bingung harus berperasaan bagaimana.
Campur aduk antara senang, bangga, juga malu.
Mengapa demikian?
Yang pertama, senang : Karena pertanyaan saya dibacakan di antara semua pertanyaan yang terpilih
Yang kedua, bangga : Karena saya merasa kontribusi saya dihargai dan itu menandakan bahwa saya peduli dengan kemajuan yang akan para calon pemimpin itu buat dengan kerjasamanya bersama Smalane yang lain.
Yang ketiga, malu : Karena saya merasa belum pernah memberikan 'hadiah' kepada Smala, tapi kenapa Smala sudah memberikan 'hadiah'nya terlebih dulu, sebelum saya berpikiran untuk mendapatkannya?
Sebuah pelajaran berharga dapat aku ambil hari ini. Tentang bagaimana seharusnya kita bersikap untuk menghadapi masalah yang tiba- tiba ada di depanmu tanpa kau prediksikan sebelumnya. Tepat 3 hari sebelum peringatan hari kelahiranku, karena itulah aku memberi judul seperti itu.
Kedewasaan bukan hanya ditandai dengan kematangan sistem reproduksimu, atau alat kelamin sekundermu yang berkembang sempurna sehingga menjadi pusat perhatian dan memikat orang. Bukan pula mengenai rasa aneh yang mulai kau rasakan kepada lawan jenis.
Kedewasaan berarti kesiapan. Bagaimana dirimu telah siap menghadapi kehidupan dunia yang kejam. Bagaimana kau mampu menyelesaikan persoalanmu tanpa menimbulkan persoalan baru. Bagaimana dirimu bersikap menghadapi perbedaan yang hadir di sekitarmu.
Dan yang terutama, bagaimana kau dapat mengontrol semuanya (apalagi emosimu) saat kau berada di bawah tekanan, saat situasimu tidak diuntungkan sama sekali.
Kuncinya, bersabarlah, maka kau mampu bertahan meskipun terjangan ombak makin kuat menerpamu :)
Doaku hari ini, semoga aku bisa mewujudkan apa yang telah aku tuliskan. Bukan hanya omong kosong, atau angin lalu yang mengusik ketenangan :)
A woman loves you...
That woman loves you with all her heart
Everyday, like a shadow, she follows you around
That woman smiles but she actually crying...
How much, how much more
I have to gaze at you like this, alone
This wind like love, this useless love
If I continue this, will you love me?
Just come a little closer, just a little bit
When I take one step,
You runaway two step
I, The person who love you,
even now is still at your side...
That woman is very shy
So she just learnt to smile
Even to her best friend, she didn’t much talk
Her heart is full of tears
So, that woman loves you...
Because you were just like her
Another fool, another fool
Can’t you give me one hug ?
That woman want to be loved,
but she scream it everyday only in her heart,
everyday inside, inside her heart
That woman, even today still at your side
Do you know that “That Woman” is me?
You’re not doing this while you know, right?
Perhaps you wouldn’t know,
Because you’re just a fool!
*translation of Keu Yeoja, the soundtrack of Korean Drama, Secret Garden.
Kabut di luar jendela... Seperti dirimu yang selalu berubah. Hujan, dan hujan menyertai saat aku menangis. Tidak jelas, dan aku tidak ingin melihat dengan jelas...
Meninggalkanmu, melepaskan ketenanganku darimu. Aku tidak tahan untuk mengungkapkan cerita kita. Air mataku dalam hatiku, dan aku harus belajar untuk menyerah...
Mendengarkan suara hujan, setiap tetes. Napasmu seperti hujan, merembes ke dalam cintaku. Aku sangat berharap hujan tidak pernah berhenti. Biarkan menghilang, biarkan cinta menjadi transparan. Aku jatuh cinta dengan hujan cinta yang memberiku keberanian...
Tetes hujan di luar jendela, setiap tetes terkumpul. Kelembaban di rumahku seperti kenangan saat mencintaimu. Aku sangat berharap hujan tidak pernah berhenti. Hujan cinta terpendam, akan selalu pergi. Aku percaya bahwa aku dapat melihat keindahan pelangi.
Udara dingin selalu menyesakkan, dan aku tidak bisa bernapas. Diantara 10.000 air hujan, sungguh terjadi, itu membuat cinta menghilang tanpa jejak.
* terjemahan dari lagu Mandarin Yu Ai yang dipopulerkan oleh Rainie Yang
Tenang saja,
Aku bukan Oh Ha Ni yang rela
menunggu Baek Seung Jo mencintainya
selama 4 tahun.
Atau Nam, yang dengan setia
mengharapkan Shone
selama 12 tahun.
Maaf ya, lagi galau. Bawaannya pengen curhat aja. Dan sulit banget mengendalikan temper.
Kalau orang lain berpendapat bahwa mindsetku absurd atau cenderung nggak objektif menilai sesuatu, aku punya alasan sendiri untuk menyangkal. Setiap orang pasti memiliki perbedaan dibanding lainnya. Mereka juga pasti punya alasan mengapa memilih untuk menapaki perbedaan itu.
Berawal dari kelas X, dalam suatu organisasi -maaf, semua merk disensor pada artikel ini- aku dipercaya sebagai anggota dari salah satu divisi yang sebenarnya nggak aku kehendaki. Jauh! Melenceng dari ekspektasiku yang tadinya akan menemukan orang- orang baru di mana aku bisa berbagi ilmu dan bisa membimbingku.
Tapi ternyata? Kenyataanya berbalik 180 derajat! Aku satu- satunya anggota yang saat itu masih kelas X di divisi itu. Nggak punya teman, dan nggak kenal akrab dengan anggota lain. Mau bicara sama siapa coba?
Akhirnya ya pasrah. Mencoba jalani dengan ikhlas. Tapi rencana itu seperti debu, yang berhamburan seketika ditiup. Kepercayaanku mulai luntur. Aku merasa berada pada tempat yang salah. Sejak saat itu aku berpikir, betapa mudahnya mereka aku kelabui dengan kemampuan bicaraku yang masih cetek ini...
Begitu juga dengan organisasi satunya. Menjadi 'kaum marjinal' dia antara mereka yang 'berkuasa' itu berasa seperti kerbau dicocok hidung! Alih- alih pemimpin, tapi nyatanya? Pemimpin adalah pelayan. Daaaaan... Pelayan sekali ya memang. Tapi masih merasa dihargai sih, lambat laun aku sedikit bisa menyetir mereka yang useless itu.
Masalah hati? Oh, jangan ditanya! Sudah muak merasa dipandang sebelah mata oleh dia yang aku kagumi. Dan terulang kembali dengan orang yang beda. Parahnya, kasus baru ini mengalami komplikasi yang lebih fatal. Berusaha mengabaikan? Wah, sering sekali! Hasilnya? NIHIL!
Masalah pelajaran? Mulai dari kelas X aku sudah teramat sangat keteteran di sana sini. Sudah kapasitas otak pas- pasan, pealajaran susah, gurunya njengkelin pula. Lengkap sudah penderitaan ini...
Dan di saat aku mencoba untuk bangkit, menyetarakan kedudukan dengan mereka yang bermulut manis tapi nggak pernah mau tahu usaha orang kecil, keberuntungan dan kesempatan gak pernah berpihak padaku. Naas. Kenapa nggak sekalian tewas aja ya kayak yang di berita- berita? Ha ha ha *tertawa miris*
Aku mulai jenuh dengan nasib, dan betapa keberpihakan dunia pada orang yang aku sebutkan di atas. Muak! Mendangkalkan sungai nurani, dan menggerus dinding keikhlasan! Kalau seperti ini terus, apa gunanya pergi dari zona nyaman?
Aku belum paham benar mengapa organ tubuh satu ini dikaitkan dengan cinta dan rasa. Apabila dilihat dari fungsi biologisnya, hati merupakan penawar racun yang mengubah Hidrogen Peroksida menjadiHidrogen dan Oksigen agar tak merusak sistem metabolisme kita. Apa iya, organ yang juga menghasilkan bilirubin dan biliverdin ini dapat patah karena cinta? Dan dimanakah letak ‘hati’ yang sesungguhnya?
Tentang rasa :
Dari 4 rasa yang dapat merangsang papilla di lidah, seharusnya bukan hati yang dapat merasakannya. Aku juga tak tahu, dari mana rasa suka dan benci itu muncul. Dunia memang aneh. Mana mungkin kita dapat menilai kelezatan suatu masakan melalui organ yang dapat ditransplantasikan? Padahal kan lidah sudah terlebih dulu mengecapnya sebelum makanan mendapat gerakan peristaltik hingga sampai di kantung yang letaknya berseberangan dengan hati.
Tentang cinta :
Banyak orang berkata, bahwa cinta adalah saat kamu memberi tanpa mengharapkan akan menerima. Atau ada lagi ungkapan yang mengatakan bahwa cinta adalah anak keturunan kecocokan jiwa, dan tidak datang dari persahabatan yang lama dan hubungan akrab. Dan masih banyak lagipenafsiran mengenai cinta yang tidak mungkin aku sebutkan satu per satu. Apa cinta juka termasuk rasa? Lalu, bagaimana dengan hati, apakah ia sanggup mengemulsi cinta seperti halnya ia mengemulsi lemak?
Entah, mungkin sampai kapanpun, kalau kita mencoba menghubungkan antara istilah dan ilmiah, tidak akan ada habisnya. Dan jelas, tidak ada yang dapat tersambung meskipun kita telah meluncurkan satelit termutakhir yang bahkan dapat menghubungkan sinyal dari palung Mariana dengan puncak gunung Everest.
"Aku tahu bagaimana kau. Aku tahu bagaimana caramu berbicara kepadaku, dan aku selalu menirukannya, kemudian tertawa. Aku tahu bagaimana kau tetap kukuh memegang tombak pendapatmu. Aku tahu bagaimana kau menceritakan kecintaanmu, tetapi tak pernah ada aku di dalamnya. Aku tahu bagaimana kau memutuskan asamu yang sedang berada di bawah, dan kau memaksaku untuk menghiburmu, kemudian tak ada lagi kalimat-kalimat selanjutnya. Pedih memang setelah tahu bahwa aku bukan satu-satunya yang tahu bagaimana gestur bajumu bergerak. Tapi aku yakin, aku dan kau masih dalam bendungan 'kita'."
Entah kenapa malem gini aku pengen curcol lewat blog. Jarang banget aku nulis tanpa tema. Hmmm. Mungkin penyebabnya karena peristiwa tadi siang. Aku merengek ke Astrid untuk cepat- cepat pulang dan keluar dari kantin sekolah. Ada hawa- hawa 'mendung' di sana.
Percakapan yang harusnya aku sambut dengan antusias - karena jarang sekali terjadi - malah membuat aku salah tingkah dan bingung menyembunyikannya. Malu. Aku sudah berjanji tidak akan menulis tentang laki- laki itu lagi. Oke, kini kita melihat dari sudutku. Bagaimana aku bisa menjalani hidupku tanpa mengharapkan dia lagi.
Apalagi ditambah hebohnya Aset Boys yang membuatku geregetan dan mangkel. Sudahlah, aku bosan terlalu frontal akan kegalauanku. Toh, aku membuat blog ini untuk berbagi pengalaman dan mengembangkan hobi menulisku. Aku ingin memperdalam hobi ini ke dalam dunia sastra, tapi secara otodidak. Aku gak mungkin mengecewakan harapan satu- satunya di keluarga besarku untuk jadi dokter.
Sudahlah, ini sudah terlalu larut hingga pembicaraanku seliweran dan nggelambyar ke mana- mana. Padahal tadinya aku berniat posting tentang Mario Maurer. Kapan- kapan saja ya, kalau mood dan jiwa menulisku sudah kembali :D
10 Mei 2010, ada yang terasa sangat berbeda hari ini. Aku tiba- tiba saja tak dapat menguasai kekalutanku saat mendengar kau menyebut nama perempuan itu. Sesak, SAKIT!
Sungguh, sesuatu yang tak seperti biasa. Benarkah kau sangat mengharapkan perempuan itu? Hingga tak ada celah yang tersisa untukku? Apa kau yakin bisa bahagia dengannya tanpaku?
Bila kau merasa kau mampu menjaganya dan mendapati harimu penuh kebahagiaan bersamanya, inilah titik terakhirku untuk berharap akanmu!
Akankah kau tak lagi menjadi cahaya hidup untukku? Tak inginkah kau melihatku tersenyum di hadapanmu lagi?
Jika semua jawaban atas pertanyaanku adalah iya, pergilah! Bahagialah dengannya dan rajutlah kisah indah dengannya.
Silahkan, Arial. Tatap masa depanmu dan genggam jemarinya, tuntunlah ia dalam dekapanmu. :)
"Meskipun dengan menahan rasa sakit karena kau terus menerus memujinya dan mencemoohku, aku rela. Asalkan aku memiliki 1 menit berharga dalam sehari untuk memuaskan diri dengan menatap wajahmu dan berada di dekatmu..."
5 Mei 2011,banyak hal yang kau hadirkan hari ini untukku. Baik yang kau sengaja maupun tidak. Lemparanmu yang tak dapat kuhindari (hingga akhirnya menyakitiku), perhatianmu mengenai makananku, kejahilanmu menggoda caraku merenggangkan tubuh, dan tanggapanmu mengenai model jilbabku. Semua hal itu tak hentinya membuat hatiku berbunga. Aku senang sekali! Lagipula sepanjang hari ini kau ada di sampingku :)
Aku juga senang kau tidak mempersalahkan kedekatanku dengan adikmu.
Hari ini, kau membuatku tak keruan! Kau tahu, aku bahkan tak mampu memfokuskan pikiranku pada sederet kalimat hafalan di hadapanku! Aku tak tahu mengapa. Mungkin ini efek salah tingkah karenamu. Yang jelas, aku sangat berterima kasih atas semua keceriaan yang telah kau hadirkan. Kejahilanmu yang membuahkan karma (karena kau yang balik dikerjai hari ini :p ), membuatku tak hentinya bersyukur dan tertawa bahagia, aku masih bisa menatapmu yang berdiri di sampingku, hingga detik ini. :)
Terima kasih untukmu, yang tak pernah lelah membuatku mengagumimu...
3 Mei 2011, jaket itu, jaket yang kau kenakan saat ini. Jaket yang dulu pernah kau keluarkan dari almari dan kau pinjamkan padaku. Jaket itu pulalah yang dengan sepenuh hati kucuci dan kuseterika. Mungkin, bukan aku satu- satunya perempuan yang pernah mengenakannya, namun kau telah membuktikan padaku betapa rasa tanggung jawabmu dan perhatiannya kamu pada orang yang membutuhkannya.
Terima kasih untuk hari itu. Hari di mana kau rela basah kuyup demi mengantarku pulang. Dan terima kasih juga pada kesempatan, yang membiarkan kau melindungiku di tengah derasnya hujan dan malam yang dipenuhi petir. Dan saat di mana kau pernah menganggapku istimewa, hingga detik ini. Terima kasih. Arial, kau tak akan terganti.
4 Mei 2011,kau tahu, aku benci dengan caramu memandangku seperti itu. Aku kesal, kau menertawaiku, seakan aku melakukan kesalahan. Padahal tak ada yang berbeda dari diriku saat itu. Tapi, meskipun kau terlihat mencemoohku, aku rindu akan senyummu. Senyum yang meluluhkan dinding pertahanan hatiku . Meskipun kutelah memahat tebing curam untuk membatasi diriku dan kamu. Senyum yang membuat aku bisa melupakan orang terdahulu yang membuatku sakit dan rapuh. Senyum yang menguatkanku saat sedang tak bersemangat, tak bisa memegang kendali.
Dan juga, aku benci saat kau mengungkit-ungkit gurauan kita dengan sahabatku. Yang terjadi malam itu biarkan berlalu! Meski aku menyunggingkan senyum kemenangan saat perempuan itu merasa ketakutan lagi padamu. Arial, coba tatap aku! Jangan kau pergi dulu dari sini, dan beranjak menemui perempuan lain yang kau idamkan itu. Aku tahu, kau menyukainya, tapi kumohon sekali lagi, COBA TATAP AKU!